15 Oktober : Hari CTPS (Sebuah Renungan)

  • 15 Oktober 2014
  • Dibaca: 488 Pengunjung
15 Oktober : Hari CTPS (Sebuah Renungan)

Perilaku mencuci tangan adalah masalah sepele. Begitu sepelenya hingga banyak orang mengabaikannya. Padahal perilaku mencuci tangan mampu mencegah berbagai jenis penyakit. Wajar bila kemudian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS). Penetapan HCTPS sekaligus merupakan kampanye dalam rangka menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. Enggan mencuci tangan, sejumlah penyakit yang menular lewat tangan tak steril bisa dicegah. Ada sederet penyakit yang bisa menyebar karena tangan seseorang tak bersih. Membiasakan hal kecil ini memang harus dimulai dari rumah. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan ataupun setelah buang air besar membuat lingkungan rumah dan makanan untuk keluarga menjadi sehat.

Cuci tangan pakai sabun merupakan misi untuk melindungi masyarakat dari berbagai penyakit. Misi cuci ini harus dilakukan serentak bersama seluruh elemen penting di masyarakat. Data menunjukkan lebih dari 5000 anak balita penderita diare meninggal setiap harinya di seluruh dunia sebagai akibat kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan. Penderitaan dan biaya-biaya yang harus ditanggung karena sakit dapat dikurangi dengan melakukan perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun..Menurut Unicef, kurangnya akses untuk air bersih mengakibatkan penurunan tingkat kehadiran anak perempuan di sekolah saat mereka memasuki masa puber, karena tidak adanya fasilitas sanitasi yang memadai. Akses air bersih dan sanitasi ditengarai merupakan dasar penting untuk kehidupan anak-anak di seluruh dunia dilihat dari segi kesehatan, kelangsungan hidup, dan rasa penghargaan terhadap diri mereka. Penyediaan air bersih dan perilaku sanitasi yang baik disekolah juga menjadi salah satu cara untuk mencapai Tujuan MDG’s

 Mencegah Penyakit

Tangan seringkali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas). Tangan yang bersentuhan langsung dengan kotoran manusia dan binatang, ataupun cairan tubuh lain (seperti ingus, dan makanan/minuman yang terkontaminasi saat tidak dicuci dengan sabun dapat memindahkan bakteri, virus, dan parasit pada orang lain yang tidak sadar bahwa dirinya sedang ditularkan). Selama ini orang lebih umum mencuci tangan dengan air saja, namun ini terbukti tidak efektif dalam menjaga kesehatan dibandingkan dengan mencuci tangan dengan sabun. Memang, menggunakan sabun dalam mencuci tangan sebenarnya menyebabkan orang harus mengalokasikan waktunya lebih banyak saat mencuci tangan, namun penggunaan sabun menjadi efektif karena lemak dan kotoran yang menempel akan terlepas saat tangan digosok dan bergesek dalam upaya melepasnya.

Di dalam lemak dan kotoran yang menempel inilah kuman penyakit hidup. Efek lainnya adalah tangan menjadi harum setelah dicuci dengan menggunakan sabun, dan dalam beberapa kasus  tangan wangilahyang membuat mencuci tangan dengan sabun menjadi menarik untuk dilakukan. Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan ISPA. Kedua penyakit itu menjadi penyebab utama kematian anak-anak. Setiap tahun, sebanyak 3,5 juta anak-anak diseluruh dunia meninggal sebelum mencapai umur lima tahun karena penyakit diare dan ISPA. Mencuci tangan dengan sabun juga dapat mencegah infeksi kulit, mata, cacing yang tinggal di dalam usus, SARS, dan flu burung.Sebuah ulasan yang membahas sekitar 30 penelitian terkait menemukan bahwa cuci tangan dengan sabun dapat memangkas angka penderita diare hingga separuh (50 persen). Penyakit diare seringkali diasosiasikan dengan keadaan air, padahal itu bisa juga disebabkan penanganan kotoran manusia seperti tinja dan air kencing yang tidak tepat. Kuman-kuman penyakit ini membuat manusia sakit ketika mereka masuk mulut melalui tangan yang telah menyentuh tinja, air minum yang terkontaminasi, makanan mentah, dan peralatan makan yang tidak dicuci terlebih dahulu atau terkontaminasi akan tempat makannya yang kotor.

Tingkat efektivitas mencuci tangan dengan sabun dalam penurunan angka penderita diare dalam persen menurut tipe inovasi pencegahan adalah:

–          Mencuci tangan dengan sabun (44%),

–          penggunaan air olahan (39%),

–          sanitasi (32%),

–          pendidikan kesehatan (28%),

–          penyediaan air (25%),

–          sumber air yang diolah (11%).

Mencuci tangan dengan sabun mengurangi angka infeksi saluran pernapasan dengan dua langkah: pertama, melepaskan patogen-patogen pernapasan yang terdapat pada tangan dan permukaan telapak tangan dan,kedua, menghilangkan patogen (kuman penyakit) lainnya (terutama virus entrentic) yang menjadi penyebab tidak hanya diare namun juga gejala penyakit pernapasan lainnya.

Bukti-bukti telah ditemukan bahwa praktek-praktek menjaga kesehatan dan kebersihan seperti – mencuci tangan sebelum dan sesudah makan/ buang air besar/kecil – dapat mengurangi tingkat infeksi hingga 25%. Penelitian juga telah membuktikan bahwa selain diare dan infeksi saluran pernapasan penggunaan sabun dalam mencuci tangan mengurangi kejadian penyakit kulit, infeksi mata seperti trakoma, dan cacingan khususnya untuk ascariasis dan trichuriasis.

 Kurang Kesadaran

Meski banyak orang tahu bahwa mencuci tangan itu penting, hanya sedikit yang melakukannya. Sebuah penelitian lain tentang kebijakan kesehatan yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa perilaku sehat seperti mencuci tangan dengan sabun kurang dipromosikan sebagai perilaku pencegahan penyakit, dibandingkan promosi obat-abatan flu oleh staf kesehatan. Hal ini diperparah apabila lokasi penduduk terpencil dan sulit terjangkau media cetak maupun elektronik (seperti radio dan TV).

Kapan wajib mencuci tangan?

  1. Sebelum makan.
  2. Sesudah dari kamar kecil.
  3. Sepulang dari bepergian.
  4. Sesudah memegang barang kotor, uang, dan hewan.
  5. Sesudah mengganti popok bayi atau menceboki anak.
  6. Sebelum menyiapkan makanan atau susu untuk bayi/anak.

Enggan mencuci tangan, sejumlah penyakit yang menular lewat tangan tak steril bisa dicegah. Ada sederet penyakit yang bisa menyebar karena tangan seseorang tak bersih. Membiasakan hal kecil ini memang harus dimulai dari rumah. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan ataupun setelah buang air besar membuat lingkungan rumah dan makanan untuk keluarga menjadi sehat. Selain itu, berbagai instansi berlomba untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat.
Cuci tangan pakai sabun merupakan misi untuk melindungi masyarakat dari berbagai penyakit. Misi cuci ini harus dilakukan serentak bersama seluruh elemen penting di masyarakat.

  • 15 Oktober 2014
  • Dibaca: 488 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita